Awal Pengabdian di Sumba, Progam Pengabdian Guru SMPG

Sebenarnya sudah ada niatan untuk mempublikasikan perjalan atau kisah-kisah pengabdian di salah satu sudut Indonesia, yakni di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Pengabdian semacam SM3T namun khusus untuk SMK. Tapi baru sempat mendaftar blog UNY tercinta ini dan juga karena di awal-awal sangat sibuk. Jadi yasudah tiga bulan menjelang selesainya progam ini saya tuliskan kisah-kisah perjalanan SMPGP (nama progamnya dan singkatan dari Sarjana Mendidik Guru Produktif SMK). Kalau sobat pengen tahu lebih detail tentang apa itu SMPGP, baca aja deh di artikel apa itu SMPGP dan bagaimana cara daftarnya. Semoga menginspirasi dan menjadi motivasi sobat sekalian yang membaca artikel ini. Sebagai gambaran tentang kondisi pendidikan yang ada di luar pulau Jawa, gambaran yang bahkan saya sendiri tidak menyangka sebelumnya, banyak hal-hal yang unik, aneh, miris dan sebagainya. Nanti akan saya ceritakan satu persatu.

otw ke jogja

Tapi menjadi cacatan ya, bahwa apa yang saya share disini bukanlah dalam rangka menjelek-jelekkan atau membanding-bandingkan, sama sekali tidak. Karena ini justru menjadi motivasi sobat, mengabdilah, kalau bisa di luar Jawa, karena di sana sobat akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.

tiba di sumba 2

Untuk memulai perjalanan kisah ini, mungkin saya mau pamer sedikit tampang pesawat yang membawa saya ke pulau Sumba ini, tenang saja di pulau Sumba tidak ada raptor atau tyranosaurus X macam di film Jurrasic Park, hehe. Kami rombongan yang dari UNY ke Sumba ada 3 orang. Kami berangkat dari Jogja dengan taravel ke Bandara Juanda Surabaya, berangkkat sore hari dan sampai di Surabaya pada pagi hari jam 3. Lalu dari bandara Surabaya kami terbang ke Sumba dan singgah dulu di Bali sekitar 20 menit. Tanggal 25 Juli 2015 adalah hari yang bersejarah, karena saya baru pertama kalinya naik pesawat terbang model baling-baling dari Surabaya. Padahal saya inginnya naik Garuda pancasila.. hehe.. pakai pesawat baling-baling lumayan ngeri apalagi pas mau mendarat di Sumba Timur, berasa tidak mau mendarat itu pesawat, belum lagi getarannya yang super bikin panik, kuterus berdzikir agar pesawat mendarat dengan mulus. Setelah momen menegangkan itu dapat kami lewati, maka dimulailah kisah pengabdian ini, di Bumi Sandelwood.

tiba di sumba

Kami tiba di bandara Sumba Timur sekitar pukul 11 siang, kemudian kami di sambut oleh bapak kepala Sekolah SMK N 2 Waingapu untuk menuju Dinas Pendidikan Sumba Timur dalam rangka penerimaan dan penyambutan Guru SMPGP wilayah Sumba Timur. Luar biasa meriah sambutannya walaupun bukan di jam kerja, karena waktu itu hari sabtu yang seharusnya tidak ada jam kerja, namun para tokoh pemerintahan khususnya di Dinas Pendidikan mau menyambut kami dengan penuh kehangatan.

Acara seremonial seperti biasa lalu dilanjutkan perjalanan menuju kos dengan diantar kepala sekolah, sepanjang perjalanan di dalam mobil kami masih shock dengan suasana baru dan budaya baru, apalagi waktu itu kami melihat segerombolan orang konvoi menggunakan truk dan motor dan berteriak “ululululululu” (namanya kakalak), menarik dan sekaligus bingung-bingung gimana, saya kira ada perang, hehe..

Kos kami tidak jauh dengan lokasi SMK N 2 Waingapu tempat pengabdian kami, dan ternyata kos-kosan tersebut adalah milik kepala sekolah kami sendiri yang juga mengantarkan, walah.

Lelah dengan perjalan super panjang kami pun istirahat, bersiap menyambut hari-hari pengabdian yang terasa panjang…  [bersambung]

Yuk sharing-sharing, jangan lupa berkomentar yaak..